Monday, November 21, 2011

Hanoi: Taxi dari Noi Bai Airport


Keluar airport kita akan ditawari taxi oleh pemasar taxi. Saya bingung. Saya putuskan untuk tidak menerima tawaran mereka, Saya akan bertanya taxi mana yang direkomendasikan di konter informasi, sayang sampai disana tidak ada petugas.

Saya menuju Tourist Information yang dibuka oleh travel agent. Mereka katakan bahwa taxi resminya adalah "Noi Bai Taxi". Dalam berjalan menuju taxi, oleh pemasar taxi saya ditawari taxi yang namanya "Airport Taxi". Saya tetap memilih Noi bai Taxi seperti yang disarankan petugas tourist information tadi.

Kesimpulan:
Dari airport ke kota pilih Noi Bai Taxi.
Kalau di dalam kota pilih Taxi Group

AP

Hanoi: Kemana setelah turun pesawat di Noi Bai Airpor?

Perjalanan dengan Singapore Airline Jakarta - Singapore - Hanoi sangat lancar. Tepat waktu, berangkat maupun datang. Setelah sampai di Noi Bai Airport Hanoi, saya bersama penumpang lain menuju ke konter Imigrasi. Namun saat hampir sampai konter, disebelah kiri ada tulisan VISA ON ARRIVAL. Banyak orang antri untuk mengajukan visa. Saya ragu apakah saya juga harus antri seperti itu, atau saya bisa langsung ke konter. Saya tanyakan kepada petugas berseragam, dia dengan bahasa Inggris yang sangat vietnam, mengatakan agar aku antri saja. Ok, saya pun antri bersama para pengaju visa lainnya.

Saya harus mengisi form pengajuan visa (Visa Application). Disitu tertulis harus menyertakan satu foto ukuran 4x6. Untung saya punya dua pas foto di dompet saya. Sesampainya di loket, dia bertanya "Do you have form?". Saya jawab dan tunjukkan form yang saya isi tadi. Dia geleng-geleng. "Go there" dia katakan sambil menunjuk ke suatu arah. "There yang mana?". Oh....itu ada kounter pembayaran. Ok, saya kesana. Di kounter pembayaran bayak sekali yang antri. Mereka sudah naroh pasport mereka di loket, sekarang diminta antri membayar. Saya tanyakan kepada mereka yang berbahasa Inggris apakah lagi antri membayar. Mereka mengatakan sedang antri membayar tetapi resah karena pasport mereka ditumpuk di loket. "You are lucky because your passport with you" kata salah seorang dari mereka. Saya katakan bahwa tadi saya juga mau naroh pasport tetapi ditolak oleh petugas. Saya agak bingung saat itu, harus bagaimana karena saat bertanya kepada petugas mereka tidak berbagahasa Inggris. Untung salah seorang pengantri memberi tahu saya kalau passport Indonesia bisa langsung ke loket imigrasi. Untung ada yang memberi tahu. Saya antri diloket imigrasi. Dicap oleh mereka tanpa ditanya apapun. "Thank you" itu saja yang saya katakan sambil tersenyum.

Saya langsung ke pengambilan barang. Pas saya sampai sana, koper saya pas lewat. Jadi saya ambil. Saya kemudian keluar airport tanpa diperiksa apapun. "Waduh, kalau koper saya diambil orang gimana nih?". Tanpa dicocokkan antara label dengan tiket bagasi kita dibiarkan begitu saja keluar.

Kesimpulan:
Passport Indonesia bisa langsung ke Loket Imigrasi. Tidak perlu visa untuk mengunjungi Vietnam,

AP

Ke Vietnam harus ada tiket pulang?

Dalam ketergesaan saya melakukan check ini di counter Singapore Airline, saya ditanya oleh petugas counter apakah saya sudah ada tiket pulang. Saya katakan bahwa saya belum jelas kapan harus pulang sehingga tiket nanti saya beli di Vietnam saja. Saya katakan sekali lagi bahwa saya bisa disana tiga hari sampai satu minggu. Belum jelas. Petugas tersebut menelpon seseorang, dan kemudian mengkonfirmasikan lagi bahwa dia tidak bisa mengissue boarding pass kalau saya tidak punya tiket lagi.

Saya terpaksa didepan counter tersebut membeli tiket online. Agar pelayanan tetap berjalan saya bergeser sedikit, sehingga orang lain bisa antri. Seorang bule setelah saya ditanya hal yang sama dengan saya. Dia katakan dia sudah ada tiket lanjutannya, tetapi menurut bule tersebut sekarang sudah tidak berlaku lagi ketentuan itu disana.

Saya menimpali "Bagiamana Mas? saya tetap harus ada tiket pulang?"
"Iya Pak, kita tetap tidak berani mengissue Boarding Pass kalau tidak ada tiket pulang"
Untung saja saya sudah terbiasa dengan pembelian tiket online. Saya akan membuka laptop saya, tetapi kemudian saya ingat bahwa saya punya Program Ticketing for Blacberry dari Air Asia. Saya membeli tiket online dari BB saya disepan konter, dan dalam waktu yang tidak lebih dari 3 menit saya sudah mendapatkan konfirmasi dari Air Asia bahwa tiket sudah dikeluarkan dan sudah confirm.

Saya tunjukkan nomor penerbangan saya dan Booking Number saya ke petugas, kemudian Boarding Pass SQ Jakarta - Singapore - Hanoi dikeluarkan untuk saya. Saya lari ke Konter Imigrasi, dilayani dengan sangat cepat, dan lari ke Gate D7. Sampai di sana saya penumpang terakhir yang masuk pesawat.

Tapi dalam hati saya masih bertanya-tanya, apakah harus ada tiket pulang saat bepergian seperti ini?

Dicari Dirut PT. Kereta Api yang.........

Saya mendapatkan tugas dari kanor untuk melakukan kunjungan ke Hanoi, Vietnam. Karena penugasan ini kepastiannya cukup mendadak, maka saya berusaha secepat mungkin mencari tiket pesawat agar pada saat pertemuan di sana saya sudah berada di tempat. Harus profesional dong...

Tidak mudah mendapatkan tiket untuk perjalanan internasional yang harus saya lakukan 2 hari lagi. Semua full. Namun akhirnya saya bisa mendapatkan tiket dengan Singapore Airline (SQ). Harganya cukup mahal. Hampir Rp. 4 juta sekali jalan, Jakarta-hanoi. Tentang tips mendapatkan tiket pesawat dalam waktu mendadak akan saya tulis dalam tulisan lain karena tujuan saya menulis ini adalah tentang perjalanan saya dengan menggunakan kereta api Purwajaya.

Pesawat saya SQ hari Minggu pagi pukul 5.50. Untuk itu saya memilih kereta api Purwajaya untuk perjalanan Purwokerto - Jakarta. Purwajaya dijadwalkan berangkat pukul 20,00, dan akan sampai di Jakarta pukul 1.15 dini hari. Saya kira ini waktu yang sangat cukup untuk sampai ke airport Sukarno Hata sebelum pukul 4. Ini perjalanan internasional, sehingga kita harus check in 2 jam sebelum keberangkatan.

Sayang kereta api Purwajaya ada keterlambatankarena ada masalah teknis. Kereta api Purwajaya baru diberangkatkan pukul 21.15. Terlambat satu jam lebih. Saya tanyakan kepada kondektur saat pemeriksaan karcis tentang jam berapa perkiraan akan sampai Stasiun Gambir, dikatakan sekita jam 3 pagi. Kalau jam 3 pagi ok, saya bisa pakai taxi ngebut kesana. Kanan kiri saya banyak yang senang dengan keterlambatan ini karena mereka akan sampai mendekati subuh, sehingga tidak terlampau pagi untuk mendapatkan transport dalam kota. Tetapi saya yang waktunya sangat ketat deg degan juga karena kalau meleset saya bisa ketinggalan pesawat, dan kehilangan uang tiket Rp. 4 juta dan yang penting jadi tidak profesional karena tidak bisa datang di pertemuan tepat waktu.

Kereta api berjalan lambat dan sering sekali berhenti karena berpapasan dengan kereta api lain. Singat cerita, kereta api baru tiba di Stasiun Gambir pukul 4 pagi! Saya harus ngebut seperti james Bond, begitu saya pikir untuk tidak ketinggalan pesawat. Alhamdulilah saya masih bisa mengejar pesawat, walau dengan sangat tergesa-gesa. Begitu sampai gate saya langsung masuk pesawat. Penumpang terakhir yang masuk pesawat.

Saya berpikir, mestinya Meneteri Perhubungan saat memilih Dirut PT. KAI diserta dengan target "Harus menjaga jadwal kereta api agar tepat waktu". "Kalau keterlambatan mencapai sekian persen langsung DIPECAT!". Saya yakin bisa! Dahlan Ikhsan berhasil membuat PLN tidak byar pet lagi, adakah Dahlan Ikhsan yang lain?

AP

Not English Only Anymore

To optimalize this blog better, I decide that this blog that initially is special for English version, now is not special for English version anymore. I include my writing in Indonesian as well.

Untuk mendayagunakan blog ini lebih optimal, saya memutuskan, bloh ini yang tadinya hanya untuk versi bahasa Inggris, sekarang sudah tidak lagi. Saya juga akan memasukkan tulisan saya dalam bahasa Indonesia disini.

Regards

AGUNG PRAPTAPA

Thursday, October 27, 2011

When your Galaxy Tab cant On

try this:

Push and hold together "power button" and "volume button" [left side, the side that close to power button]. By this, Android will repair software automaticly. Thanks to Nanda from Pazia Paragon Semarang for the tip.

AP

Tuesday, October 25, 2011

Smile

Smile does cost nothing but lot of problems are resolved by smile.

Mr.AP