Monday, October 20, 2014

FEB UNSOED ERATKAN KERJASAMA DENGAN 3 UNIVERSITAS DI JEPANG

Sebagai bentuk komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED dalam mengemban visi UNSOED sebagai World Class Civic University, delegasi FEB UNSOED mempererat kerjasama dengan 3 universitas di Jepang.

Bersama pimpinan Osaka International University, Japan


Delegasi yang terdiri dari Dr. Pramomo Hariyadi, MS (Dekan FEB), Wiwiek R. Adawiyah, PhD (Wakil Dekan I). Drs. Agung Praptapa, MBA,Ak,CA (Ketua Program International), dan Dr. Ely Tri Rahayu (Dosen Bahasa Jepang) pada tanggal 7 Oktober sampai dengan 11 Oktober 2014 mengunjungi 3 universitas yaitu:
1. Osaka International University
2. Takamatsu University
3. Teikyo University.

Bersama pimpinan Faculty of Business Administration, Takamatsu University, Japan

Dalam kunjungan di Osaka International University (OIU) dan Takamatsu University (TU) dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) antara pihak FEB UNSOED dengan dua universitas tersebut, sebagai tindak-lanjut Memorandum of Understanding (MOU) antara UNSOED dengan dua universitas tersebut.

Bersama para pimpinan Teikyo University, Tokyo, Japan


Untuk kunjungan di Teikyo University merupakan kunjungan untuk penjajakan kerjasama.  Diharapkan dapat terjalain kersajama yang erat antara UNSOED dengan Teikyo University dan dapat segera ditandatangani MOU maupun MOA agar kerjasama tersebut dapat dijalankan segera.

Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran kunjungan ini.  Untuk berita masing-masing kunjungan akan disajikan dalam artikel yang terpisah.

AP







Wednesday, January 1, 2014

Selamat Tahun Baru 2014

Tahun baru datang lagi. Begitu cepat rasanya. Selalu ada penyesalan. Selalu ada harapan.

Penyesalan di tahun baru karena kita belum tuntas mengerjakan yang seharusnya dikerjakan di tahun sebelumnya. Resolusi yang kita buat pada tahun baru sebelumnya masih tertinggal sebagai janji. Niat yang sudah kita canangkan belum diwujudkan menjadi tindakan. Rencana belum semua terealisasi. Banyak pekerjaan yang belum selesai.

Nasi sudah menjadi bubur. Kita tidak mungkin lagi berputar kebelakang. Yang  bisa kita lakukan adalah tutup buku. Sudahi yang sudah. Perbaiki yang belum sempurna. Tambahlah yang kurang.  Canangkan niat baru. Percayalah pada harapan. Yakinlah pada masa depan.

Tahun baru sudah tiba. Saatnya kita hidup baru. Semangat baru. Awali tahun baru ini dengan keyakinan bahwa kita akan menjadi lebih baik di tahun ini. Lebih  baik lagi ditahun-tahun selanjutnya.

Selamat tahun baru. Bisa!

Monday, December 30, 2013

Rumah di Tepi Sungai Martapura

Rumah-rumah ditepi Sungai Martapura pada umumnya menghadap ke jalan darat, dan bagian belakang rumah menghadap ke sungai.  Sebagaimana umumya rumah-rumah di Indonesia, bagian belakang rumah biasanya untuk dapur dan kamar mandi.
Di tepi sungai Martapura di Kota Banjarmasin ini, orang mandi dan buang air di belakang rumah. Saya lihat mereka menggosok gigi juga di tempat yang sama.  Untuk buang air besar memang dilakukan di tempat tertutup, tapi lokasinya juga tidak jauh dari lokasi untuk mandi.
Laki-laki maupun perempuan mandinya biasanya menggunakan penutup sarung. Ada juga yang menggunakan kain kemben.
Banyak perahu wisatawan yang berlalu lalang disekitarnya, namun mereka yang sedang mandi kelihatnya biasa-biasa saja. Mungkin karena sudah biasa.
Bagaimana dengan air minum? Saya lihat beberapa rumah dilengkapi dengan saluran PAM. Tapi mandinya tetap di sungai.

Pasar Terapung di Banjarmasin

Pagi tadi saya beserta beberapa teman mencoba berbelanja di pasar terapung di Sungai Martapura di Kota Banjarmasin.  Kita menginap di Swiss  Belhotel, yg memiliki dermaga perahu di depan hotel.
Untuk menuju pasar terapung kita menggunakan perahu mesin. Kurang lebih 1 jam kita sampai sana.
Yang dijual kebanyakan buah2an dan sayur mayur. Ada juga yang menjual makanan khas Banjarmasin.
Asyik juga.

JW Lounge di Airport Cengkareng Terminal 1

Salah satu keuntungan memiliki kartu kredit dengan jenis platinum adalah diterima di executive lounge di airport. Di JW Lounge BNI Platinum diterima free of charge, sedangkan BNI Gold diterima dengan potong point.
Saya lihat Danamon juga welcome for free.

It is about value of a number

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/12/30/1727385/Uang.Rp.1.000.Dilego.Rp.84.Juta

Uang Rp 1.000 Dilego Rp 84 Juta

Senin, 30 Desember 2013 | 17:27 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com — Pengguna akun Ebay.com bernama "Solidnumbers" menjual uang Rp 1.000 seharga 6.888 dollar AS atau setara dengan Rp 84 juta! Si "Solidnumbers", menurut keterangan Ebay.com, berdomisili di Singapura.
Sayangnya, tak ada keterangan tambahan lain mengenai pemilik akun tersebut selain lokasi tempat dia terdaftar di Ebay.com. Yang jelas, "Solidnumbers" sepertinya punya cukup banyak koleksi uang rupiah. Dari mulai uang rupiah jadul hingga uang rupiah modern.
Contoh saja, "Solidnumbers" punya uang Rp 10 bertanggal 1 Januari 1959 dengan gambar bunga teratai pada muka dan gambar kakatua di belakang, hasil cetakan De La Rue Plc, perusahaan asal Inggris. Harga uang yang tersemat tanda tangan Loekman Hakim dan TRB Sabaroedin itu dijual sebesar 160 dollar AS atau sekitar Rp 1,95 juta di Ebay.com.
"Solidnumbers" juga punya koleksi uang Rp 100 tahun 1992 bergambar Gunung Krakatau (dihargai Rp 195.121) hingga uang Rp 50.000 bergambar Soeharto. Selain uang rupiah, ia juga punya berbagai koleksi mata uang dari berbagai negara.
Salah satu ciri hasil koleksi "Solidnumbers" adalah nomor seri yang unik. Lantaran berseri unik itulah, dia berani membanderol uang Rp 1.000 di harga Rp 84 juta. Sebab, uang Rp 1.000 yang dia tawarkan punya nomor seri QQQ888888. Menurutnya, uang Rp 1.000 bernomor seri seperti ini sangat jarang. Makanya mahal.
Anda tertarik membelinya? Tawaran ini masih berlaku sampai 11 Januari 2014. Silakan buka dan mulailah menawar via tautan ini.

(Andri Indradie)

Editor: Erlangga Djumena
SumberKONTAN

Sunday, September 15, 2013

Venezia (Venice) Kota Air: sebuah impian yang terwujud


Saat saya kuliah S1 di Undip, antara tahun 1982 sampai 1988, salah satu poster yang saya pasang di kamar kos adalah gambar kota Venezia. Saat itu saya benar-benar kagum dan teheran-heran bagaimana ada kota air, dan transportasinya pun dengan perahu. Moga-moga suatu saat saya bisa kesana, begitu selalu saya idamkan.




Hari ini impian saya itu tewujud. Saya naik kereta Api Trenitalia dari Florensia (orang Italy menyebut kota ini Firenze) ke Venezia (atau sering disebut Venice). Dalam perjalanan saya masih penasaran bagaimana suasana kotanya nanti. Akhirnya hanya dalam waktu sekitar 1,5 jam sampailah saya di Venezia.



Keluar dari stasiun kereta, kita sudah dihadapkan pada sungai yg cukup lebar....dan ternyata itulah jalan besarnya. Mereka menyebutnya Grand Canal. Banyak perahu besar maupun kecil berlalu lalang. Ada bus, ada taxi. Busnya ya water bus, dan taxinya juga water taxi. Busnya perahu besar seukuran bus, taxinya juga perahu dengan ukuran yang lebih kecil. Banyak loket tiket didepan stasiun yang menawarkan jasa transportasi air dan juga jasa wisata. Untuk menuju pusat kota, yaitu Santo Marco, kita bisa memilih menggunakan bus air (water bus) atau bisa pula menggunakan taxi air (water taxi). Tersedia juga bus wisata, yang ada pemandunya.



Saya memilih menggunakan bus biar irit. Ada beberapa pilihan tiket. Paling murah adalah tiket untuk 12 jam, seharga 18 Euro. Tesedia pula tiket untuk 24 jam, 2 hari, dan 1 minggu.  Karena sorenya saya akan pulang lagi ke Florenzia, makan saya memilih tiket 12 jam.



Dalam perjalanan menuju pusat kota, kita berhenti dibeberapa titik pemberentian. Penumpang boleh behenti dimana saja, dan disambung dengan bus selanjutnya yang akan lewat setiap 15 menit. Bisa turun kapan saja, dan naik kapan saja.

4 September 2013
(Saya tulis di perjalanan pulang dari Venezia ke Florencia dengan menggunakan kereta api Trenitalia)