Showing posts with label TRAVELLING. Show all posts
Showing posts with label TRAVELLING. Show all posts

Friday, December 26, 2014

Solusi Mandi "Capsule" di Airport KLIA2



Saya hari ini akan melakukan penerbangan melalui KLIA2, dari Kualaumpur ke Jogja. Pagi tadi saya barusan sampai dari Kedah menggunakan bus dengan waktu tempuh sekitar 8 jam dan langsung ke airport. Tentunya saya belum sempat mandi.
Begitu sampai airport dengan menggunakan bus (Star Bus), saya lihat ada tulisan menarik, yaitu "CAPSULE by Container Hotel". Wow...ada hotel kapsul juga ternyata di KLIA2. Sayapun mencoba bertanya kepada reception.
Ternyata disitu tidak harus menginap tapi boleh juga hanya mandi, atau hanya titip barang. Pas sekali....karena belum mandi, inilah yang saya cari. Mandi harganya RM.15 atau sekitar Rp.50.000 sudah termasuk dipinjami handuk, loker untuk naroh koper, danbsudah tersedia sabun di kamar mandi. Good deal!
Begitu kita membayar, kita diberi kunci loker, tas kain berisi handuk, dan kartu sebagai kunci kalau mau masuk kamar atau ruang duduk-duduk. Sandal juga disediakan.
Tentang kamar mandi, tersedia 3 kamar mandi dan 3 toilet. Kamar mandi pria dan wanita terpisah. Ini foto di sekitar kamar mandi:


Tentang kamar kapsul, kamar untuk pria dan wanita dipisah. Kapsulnya susun dua. Ini foto kamar kapsul:


Informasi tentang harga:
Mandi RM.15 (termasuk handuk dan sabun)
Kamar 3 jam RM.50 (termasuk mandi)
Kamar 6 jam RM. 75 (termasuk mandi)
Kamar 12 jam RM. 95 (termasuk mandi)
Kalau butuh 15 jam? Ya tinggal dijumlah, paket 12 jam ditambah paket 3 jam. 
Terakhir, inilah capsule experience yang dipajang di "loby" hotel.


Monday, December 30, 2013

Rumah di Tepi Sungai Martapura

Rumah-rumah ditepi Sungai Martapura pada umumnya menghadap ke jalan darat, dan bagian belakang rumah menghadap ke sungai.  Sebagaimana umumya rumah-rumah di Indonesia, bagian belakang rumah biasanya untuk dapur dan kamar mandi.
Di tepi sungai Martapura di Kota Banjarmasin ini, orang mandi dan buang air di belakang rumah. Saya lihat mereka menggosok gigi juga di tempat yang sama.  Untuk buang air besar memang dilakukan di tempat tertutup, tapi lokasinya juga tidak jauh dari lokasi untuk mandi.
Laki-laki maupun perempuan mandinya biasanya menggunakan penutup sarung. Ada juga yang menggunakan kain kemben.
Banyak perahu wisatawan yang berlalu lalang disekitarnya, namun mereka yang sedang mandi kelihatnya biasa-biasa saja. Mungkin karena sudah biasa.
Bagaimana dengan air minum? Saya lihat beberapa rumah dilengkapi dengan saluran PAM. Tapi mandinya tetap di sungai.

Pasar Terapung di Banjarmasin

Pagi tadi saya beserta beberapa teman mencoba berbelanja di pasar terapung di Sungai Martapura di Kota Banjarmasin.  Kita menginap di Swiss  Belhotel, yg memiliki dermaga perahu di depan hotel.
Untuk menuju pasar terapung kita menggunakan perahu mesin. Kurang lebih 1 jam kita sampai sana.
Yang dijual kebanyakan buah2an dan sayur mayur. Ada juga yang menjual makanan khas Banjarmasin.
Asyik juga.

JW Lounge di Airport Cengkareng Terminal 1

Salah satu keuntungan memiliki kartu kredit dengan jenis platinum adalah diterima di executive lounge di airport. Di JW Lounge BNI Platinum diterima free of charge, sedangkan BNI Gold diterima dengan potong point.
Saya lihat Danamon juga welcome for free.

Sunday, September 15, 2013

Venezia (Venice) Kota Air: sebuah impian yang terwujud


Saat saya kuliah S1 di Undip, antara tahun 1982 sampai 1988, salah satu poster yang saya pasang di kamar kos adalah gambar kota Venezia. Saat itu saya benar-benar kagum dan teheran-heran bagaimana ada kota air, dan transportasinya pun dengan perahu. Moga-moga suatu saat saya bisa kesana, begitu selalu saya idamkan.




Hari ini impian saya itu tewujud. Saya naik kereta Api Trenitalia dari Florensia (orang Italy menyebut kota ini Firenze) ke Venezia (atau sering disebut Venice). Dalam perjalanan saya masih penasaran bagaimana suasana kotanya nanti. Akhirnya hanya dalam waktu sekitar 1,5 jam sampailah saya di Venezia.



Keluar dari stasiun kereta, kita sudah dihadapkan pada sungai yg cukup lebar....dan ternyata itulah jalan besarnya. Mereka menyebutnya Grand Canal. Banyak perahu besar maupun kecil berlalu lalang. Ada bus, ada taxi. Busnya ya water bus, dan taxinya juga water taxi. Busnya perahu besar seukuran bus, taxinya juga perahu dengan ukuran yang lebih kecil. Banyak loket tiket didepan stasiun yang menawarkan jasa transportasi air dan juga jasa wisata. Untuk menuju pusat kota, yaitu Santo Marco, kita bisa memilih menggunakan bus air (water bus) atau bisa pula menggunakan taxi air (water taxi). Tersedia juga bus wisata, yang ada pemandunya.



Saya memilih menggunakan bus biar irit. Ada beberapa pilihan tiket. Paling murah adalah tiket untuk 12 jam, seharga 18 Euro. Tesedia pula tiket untuk 24 jam, 2 hari, dan 1 minggu.  Karena sorenya saya akan pulang lagi ke Florenzia, makan saya memilih tiket 12 jam.



Dalam perjalanan menuju pusat kota, kita berhenti dibeberapa titik pemberentian. Penumpang boleh behenti dimana saja, dan disambung dengan bus selanjutnya yang akan lewat setiap 15 menit. Bisa turun kapan saja, dan naik kapan saja.

4 September 2013
(Saya tulis di perjalanan pulang dari Venezia ke Florencia dengan menggunakan kereta api Trenitalia)

Thursday, September 12, 2013

Pengalaman Terbang Bersama Qatar Airways


Penerbangan kali ini saya menggunakan Qatar Arways. Rutenya Jakarta -Doha, dilanjutkan Doha - Roma.  Alasan saya menggunakan Qatar Airways adalah karena saat booking, maskapai inilah yang relatif murah.  Sebetulnya ada maskapai lain yang lebih murah, yaitu Srilankan Air, namun setelah membaca review dari pengguna sebelumnya, saya memutuskan untuk menggunakan maskapai pernerbangan yang harganya sedikit diatasnya namun yang lebih dapat dipercaya.

Penerbangan dari jakarta ke Doha (dengan nomor penerbangan QR 0673) memakan waktu sekitar 8 jam 15 menit, sedangkan dari Doha ke Roma (dengan nomor penerbangan QR 0081) sekitar 6 jam. Berangkat dari Jakarta jam 5.45 sore, dan sampai di Doha sekitar jam 10 malam.  Berangkat lagi dari Doha jam 2.25 pagi, sampai Roma sekitar jam 7.25 pagi.



Tentang pesawatnya, kalau dilihat dari interiornya nampaknya ini bukan pesawat baru, tapi masih bagus. Disetiap kursi tersedia monitor yang bisa kita atur jenis tayangan yang kita inginkan. Bisa map, movie, song, text, maupun game.  Al Quran juga ada. 

Tempat duduk di kelas ekomominya adalah 2-4-2. Beberapa kali saya menggunakan penerbangan internasional dengan rute jauh (JAL, SQ, Qantas, Emirate) biasanya komposisi tempat duduknya adalah 3-5-3. Saya tidak tahu benar jenis pesawat yang saya tumpangi ini, namun mungkin bukan pesawat berbadan lebar. Komposisi irit kursi dalam satu baris ini tidak membuat tempat duduknya lebih lebar, tempat duduk menurut saya cukup sempit. Tangan saya harus selalu bersentuhan dengan sebelah saya.



Setiap penumpang mendapatkan semacam gift set yang isinya kaos kaki, penutup mata, sikat gigi, yang dimasukkan dalam kantong kecil yang bisa digantungkan di leher untuk tempat dokumen.



Makanan cukup enak. Menu makanan selalu ada 2 pilihan. Pada flight pertama saya mendapatkan 2 kali makan. Yang pertama saya memilih beef, sedang yang kedua, mereka menyebutnya snack tetapi sebetulnya ya makan besar biasa, saya memilih chicken. Rasanya ok.

Untuk flight kedua saya belum tahu karena saat saya menulis review ini makanan belum disajikan. Jam saya menunjukkan pukul 04.30 pagi waktu Doha. Perjalanan dari Doha ke Roma sekitar 6 jam.

Pramugarinya cukup ramah dan cekatan. Melihat warna kulit dan wajahnya nampaknya pramugari tidak didominasi oleh orang Qatar. Ada Cinanya (atau mirip Cina atau Korea), ada juga orang Indonesia, atau Melayu (atau yang mirip). 

Saat take off dan landing tadi sangat mulus. Dari nama dan logat bicaranya kelihatannya pada flight yang pertama adalah orang bule, tepatnya bule Australia (dari aksen bicaranya sih....).

Secara overall Qatar Arways saya beri nilai 7. Sebagai perbandingan Emirate saya beri nilai 8, SQ dan JAL saya beri nilai 9. Tapi nilai 7 bukan nilai jelek loh, itu udah dapat B kalau di kuliahan.

AP.
(ini saya tulis didalam pesawat, dengan menggunakan words yang ada di Samsung Galaxy Pad. Nanti kalau ada akses intenet tinggal saya copy paste).

Doha International Airport, Qatar


Setelah terbang sekitar 8 jam dari Jakarta, sampai juga saya di Doha International Airport. Doha adalah ibu kota Qatar, salah satu negara terkaya di dunia.

Turun dari pesawat saya harus mengantri bus, yang mengangkut kita para penumpang dari pesawat ke terminal airport. Suasana lalu lintas di landasan ini nampak kurang teratur. Bus yang saya tumpangi berjalan bersamaan dengan pesawat terbang yang berjalan berdekatan dengan bus.

Bus berhenti di teminal. Namun tenyata untuk yang tujuan akhirnya Doha saja. Untuk yang transfer ke tujuan lain masih terus, di terminal berikutnya. Ternyata memang ada 2 Terminal di Doha, Terminal 1 untuk yang turun di Doha, dan Trminal 2 untuk yang transfer. Turun dari bus kita masuk ke terminal yang sangat ramai. Nampaknya lebih banyak orang yang hanya transfer di Doha dari pada yang tujuan akhirnya Doha.



Pesawat saya berikutnya adalah Qatar Airways QR 081 menuju Roma yang diskedulkan jam 02.25 dini hari. Masih sekitar empat jam lagi. Saya gunakan untuk melihat-lihat duty free shop. Kali ini belum beli apa-apa disini. Nanti saja pulangnya. Saya akan transit lagi di sini 8 September.





Dari sisi kemewahan dan kenyamanan, Doha International Airport masih dibawah KLIA (KL), Changi (Spore), maupun Dubai.

AP
(Saya tulis ini di Pesawat dari Doha ke Roma, tanggal 2 September 2013, dengan beberapa revisi saat akan diupload)

Sunday, September 1, 2013

Jakarta Airport Hotel: Mahal tapi OK

Pesawat Garuda GA 203 dari Jogja seharusnya landing pukul 9.15, namun karena tadi berangkatnya terlambat sekitar 15 menit maka landingnyapun terlambat sekitar 15 menit. Tapi buat saya tidak masalah sama sekali karena flight saya berikutnya nanti pukul 5.45 sore.

Setelah mengambil koper begasi, saya keluar....duh....panas sekali udaranya. Sayangnya, counter check in Qatar Airways, maskapai yang akan membawa saya ke Roma nanti, baru akan buka sekitar pukul 3 sore. Wah...ngadem kemana nih? Udara di luar airport panas sekali.

Akhirnya saya putuskan untuk istirahat di Jakarta Airport Hotel, yang ada di Terminal 2 E. Saya senang karena mereka punya harga transit (maksimal sampai jam 6 sore). Yup.....pas.....karena saya hanya perlu ngadem (sambil istirahat sih.....) sampai pukul 3 sore, sambil menunggu checkin counter buka.

Nah...bagian yang saya kurang suka adalah "harganya". Untuk pemakaian transit saya dikenakan Rp. 750.000,-- Cukup mahal.... kalau tarip permalam Rp. 1.200.000,--. Dengan fasilitas yang sangat standar (standar bintang 3 lah......), harga segitu temasuk mahal. Tapi, karena lokasi hotelnya di dalam airport....mahalnya harga kamar tertutup dengan nyamannya lokasi.

Saya jadi ingat materi Pengantar Ekonomi saat kuliah S1 dulu.......PLACE UTILITY!

Ok....mahal gak apa-apa.....saya tetap puas kok.....

AP

Executive Lounge di Airport Adi Sucipto dan Kartu Kredit Platinum BNI Unsoed

Pagi ini jam 6.30 saya sudah sampai di Bandara Adisucipto Jogja.  Flight saya Garuda GA 203 ke Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 08.00. Saya belum sarapan pagi sehingga saya putuskan untuk ke executive lounge yang ada di sekitar ruang tunggu. Yang akan saya sharing disini adalah dengan kartu kredit Platinum kerjasama BNI dengan Unsoed, saya mendapatkan vasilitas gratis di Borobudur Lounge.
Harga normal Rp.75.000,--
Lumayan.....ngirit 75 ribu perak.....

AP

Tuesday, May 8, 2012

Bagaimana ke UUM dari Airport Penang?

Beberapa teman menanyakan bagaimana caranya ke UUM (University Utara Malaysia) dari Pulau Pinang dengan menggunakan public transport.  Semoga tulisan ini membantu.

Keluar dari Arrival Hall, kita berjalan kaki sekitar 30 meter ke Tempat Pemberhentia Bus (Bus Stop). Gunakan Bus dengan Kode 401 E untuk menuju ke Jeti (Pelabuhan Ferry). Tarifnya RM. 2.70. Bayar langsung ke sopir saat menaiki bus.  Dari airport ke Jeti memakan waktu sekitar 1 jam.  Jeti merupakan pemberhentian terakhir dari bus nomor 401 E tersebut. Di Jeti kita berhenti di Terminal Jeti.

Kita tinggal berjalan kali menuju pelabuhan Jeti. Kita akan melalui warung-warung dan lorong menuju ke ruang tunggu di pelabuhan Ferry.  Kita tidak perlu membayar untuk Ferry menuju Butterworth (nama kota setelah kita turun dari Ferry).  Tetapi kalau dari Butterworth ke Jeti kita harus membayar (saya lupa berapa tarifnya, tetapi murah kok....).

Turrun dari Ferry kita berjalan kaki dan langsung akan menemui Bus Station. Di stasiun bus tersebut terdapat banyak kounter tiket.  Tanya saja mana bus yang paling awal berangkat menuju Alor Setar.  Bus dari Butterworth ke Alor Setar tersedia setiap 30 menit. Tarifnya RM.9,80.

Perjalanan ke Alor Setar memakan waktu sekitar 1,5 jam. Sesampainya di Bandar Perdana (nama stasiun bus Alor Setar) kita menuju kounter Bus Mara Liner, karena hanya bus inilah yang memiliki rute Alor Setar ke UUM. Tersedia setiap 1 jam. Tarif dari Alor Setar ke UUM adalah RM. 5.40. Rutenya adalah Alor Setar - Jitra - Cangloon - UUM (Sintok). Karena bus ini sering berhenti mengambil dan menurunkan penumpang, dari Alor Setar ke UUM memakan waktu sekitar 2 jam.

Di Kampus UUM bus akan berhenti disetiap Halte, untuk menurunkan dan mengambil penumpang.  Sampaikan kepada kondektur kita akan menuju kemana di kampus tersebut sehingga kondektor akan membantu kita berhenti di halte terdekat.

Semoga berguna.

AP

AirAsia - Terminal 3 Airport Cengkareng Jakarta

Fasilitas web check in yang disediakan oleh AirAsia memberikan kemudahan dan waktu yang lebih singkat dalam proses kita melakukan penerbangan. Setelah membeli tiket melalui online booking, kita bisa langsung check in, melalui internet, atau yang disebut sebagai web check in. Setelah kita melakukan web check in, kita langsung mendapatkan Boarding Pass, termasuk nomor tempat duduk kita nanti.  Boarding Pass akan dikirim melalui email langsung saat itu juga dan bisa langsung kita print. Sangat praktis, kita tidak perlu antri melakukan check in di airport yang apabila antrian panjang bisa memakan waktu antara 15 sampai30 menit. Jadi kita datang ke airport sudah membawa Boarding Pass.

Terminal untuk AirAsia di Airport Cengkareng Jakarta adalah di Terminal 3, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional. Seperti biasa, saat masuk ke kounter check in tiket akan diperiksa dan  barang bawaan kita harus di scan.  Setelah barang discan, apabila kita sudah memiliki Boarding Pass dari web check in, kita tidak perlu antri di kounter check in.  Tinggal belok kanan, nanti ada petugas "Document Check".  Kita tinggal menemui petugas tersebut, tiket dan pasport diperiksa, kemudian kita membayar airport tax Rp.150.000,-- per orang untuk penerbangan internasional. Bagaimana kalau kita sudah terlanjur antri di check in counter padahal kita sudah memiliki Boarding Pass? Tidak apa2. Sama saja, kita hanya diperiksa passport dan tiket serta membayar airport tax.

Oleh petugas "Check Document" kita akan diberi informasi untuk menunggu di Zone berapa di ruang tunggu nanti.  Jadi di terminal 3 tidak ada istilah Gate seperti di Terminal 1 atau 2, tetapi Zone (Zona Tunggu). Terdapat 6 Zona Tunggu. Pada dasarnya Zona Tunggu adalah area tempat duduk yang terdekat dengan pintu dimana kita akan lalui saat boarding nanti.  Zone 1 sd 6 ada didalam ruang tunggu yang sama.

Ok. Kita kembali ke proses setelah kita mendapatkan info tentang Zone dari petugas check in. Kita menuju ke pintu ruang pemberangkatan dan imigrasi.  Setelah masuk ke ruang tersebut kita langsung naik ke lantai 2 dengan menggunakan eskalator.  Begitu sampai di lantai 2 kita akan temui 2 loket imigrasi, yaitu untuk Foreign Passport dan Indonesian Passport.  Tentunya hanya yang akan melakukan penerbangan internasional yang harus melalui loket imigrasi.  Untuk yang melakukan penerbangan domestik sudah disediakan jalur tersendiri disebelah kanan.

Setelah passport di cap di loket imigrasi, kita tinggal menuju ruang tunggu. Namun sebelumnya barang bawaan akan di scan kembali.  Setelah masuk di ruang tunggu, ambillah tempat duduk sesuai dengan Zone yang telah ditentukan. Pada saat waktu boarding, akan ada pengumumuman.  Di pintu keluar tiket akan diperiksa.  Ada bagian tiket yang diambil (disobek) petugas dan bagian lainnya dikembalikan kepada kita.

Dari pintu keluar ke pesawat kita tidak menggunakan "belalai" seperti penerbangan pada umumnya, tetapi kita berjalan kaki atau naik bus yang telah disediakan untuk menuju ke pesawat kita.  Untuk itulah kita perlu memastikan dimana letak pesawat kita.

Walaupun tulisan yang sepele, tetapi semoga berguna.

Have a nice flight.

AP



Saturday, March 17, 2012

Kereta Api Taksaka Tepat Waktu

Ini jarang tejadi di Indonesia, sehingga saya merasa perlu untuk menuliskan disini. Malam tadi, 16 Maret 2012 saya ke Jakarta menggunakan kereta api Taksaka yang menurut skedul akan berangkat pukul 10.30 dan sampai Gambir Jakarta pukul 04.30. Saya kaget karena pukul 10.15 kereta api sudah datang, dan berangkat pukul 10.30 pm tepat!
Sampai Gambir juga sesuai skedul, 04.30! Semoga terus bertahan seperti ini. Kereta api selalu tepat waktu!

AP

Tuesday, November 29, 2011

Hanoi: Good Bye Vietnam



Waktu saya di Hanoi sangat singkat. Memang 4 hari 3 malam, namun hari efektifnya cuma 2 hari. Minggu sore saya datang dan hanya istirahat di Hotel. Senin sehari penuh saya menjalankan tugas kantor. Selasa One Day Tour. Rabu pagi harus pulang.

Target kunjungan sudah tercapai, bahkan melebihi target. Menikmati alam Vietnam juga sudah. Makanan Vietnam sudah mencicipi. Satu yang tertinggal, yaitu membeli oleh-oleh. Bukan saya lupa, tetapi saya lihat tidak ada yang spesial yang perlu dibeli. Tidak ada yang menarik! Kaos maupun souvenir seperti prakarya anak2 sekolah. Inilah kekurangan Vietnam dalam hal tourism, souvenir tentang Vietnam belum digarap dengan baik! Gantungan kuncipun saya tidak beli!

Goodbye Hanoi. Goodbye Vietnam. Hope I can come back to visit you again.

AP