Sunday, September 1, 2013

Executive Lounge di Airport Adi Sucipto dan Kartu Kredit Platinum BNI Unsoed

Pagi ini jam 6.30 saya sudah sampai di Bandara Adisucipto Jogja.  Flight saya Garuda GA 203 ke Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 08.00. Saya belum sarapan pagi sehingga saya putuskan untuk ke executive lounge yang ada di sekitar ruang tunggu. Yang akan saya sharing disini adalah dengan kartu kredit Platinum kerjasama BNI dengan Unsoed, saya mendapatkan vasilitas gratis di Borobudur Lounge.
Harga normal Rp.75.000,--
Lumayan.....ngirit 75 ribu perak.....

AP

Monday, May 20, 2013

Komentar Peserta Training "Communication Skill for Service Quality"


Berikut ini adalah komentar peserta training "Communication Skill for Service Quality" yang diselenggarakan di Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa-Tengah II di Surakarta, pada tanggal 25 April 2013.  Saya senang bisa berbagi dengan orang-orang cerdas yang bergabung dalam training ini. Semoga training ini memberikan manfaat bagi kemajuan negeri kita tercinta. Komentar ini diurut menurut urutan input saja.  



"Materi communication skill cocok sekali untuk pegawai DJP."

"Penyampaian materi cukup menarik. Disampaikan dengan cara yang baik dan tepat waktu. Contoh-contoh praktis diterapkan di kantor pelayanan pajak perlu ditambah."

"Oke banget materinya. Menarik juga materinya. Pak, buku “The Art of Controlling People” nya masih ada nggak ya? Kok saya cari nggak nemu yaa?"

"Cara berbicara jelas. Memberikan contoh-contoh yang dapat diaplikasikan. Saya puas dan ingin memperoleh pelatihan selanjutnya tentang communication skills."

"Sudah keren Pak. Saya tunggu e-book nya. Nanti kalau ketemu lagi, saya sudah punya buku anda. Saya minta tanda tangannya ya. Biar bisa ketularan nulis bukunya."

"Saya mendapatkan wawasan pengetahuan dari materi hari ini. Bagus dan menyadarkan saya bagaimana dalam menghadapi orang lain baik di dunia kerja atau keluarga. Video mohon diperbanyak agar lebih ramai."

"Meskipun model diskusi 1 arah, tetapi sangat nyaman dan bisa cepat dimengerti, tidak membosankan. Model diskusi yang diselingi video dan folunter sangat menarik."

"Materi yang diberikan sudah bagus. Seharusnya ada pelatihan khusus bagi petugas/pegawai yang bertugas di front liner supaya kualitas customer service di kantor pajak dapat lebih baik dan memuaskan para WP."

"Materi dan cara penyampaian yang cukup bagus dan menarik. Kurang komunikatif dengan audiense. Tidak ada praktek dalam penerapan materi. Kurang waktu untuk materi."

"Dalam memberikan training sangat bermanfaat untuk disosialisasikan dikantor kami."



"Bahasanya lugas, tegas, dan enak didengar. Interaksi dengan peserta kurang."

"Penyampaian materi yang disampaikan cukup baik dan jelas. Tidak membosankan dan mudah dimengerti."

"Saya sangat tertarik dan sangat ingin belajar lebih lanjut tentang communication skill yang bapak sampaikan. Materi yang sangat bermanfaat untuk petugas yang melayani customer seperti tugas saya. Materi sangat bagus."

"Materinya bagus dan sangat bermanfaat untuk perbaikan melayani customer jadi lebih baik."

"Penyampaian materi bagus. Tata bahasa juga bagus."

"Sangat bermanfaat bagi saya sebagai front liner di kantor. Saya perlu belajar lebih dalam lagi tentang segala yang berhubungan dengan communication skill. Teori mendukung tetapi praktek memang sangat sulit. Terima kasih atas ilmunya. Saya bangga karena saya salah satu alumi UNSOED."

"Tambah pengetahuan dan jadi lebih tahu cara melayani customers yang lebih baik."

"Menyenangkan karena materi yang diberikan sistematis dengan bahasa yang bisa dimengerti dan ditambahkan dengan contoh-contoh. Komunikasi dengan audience juga berjalan lancar. Ilmu-ilmunya sangat bermanfaat dalam pelaksanaan tugas di pelayanan dimana komunikasi yang baik sangat diperlukan dalam menghadapi customer sehingga kerjaan menjadi lancar. Semoga acara seperti ini lebih sering diselenggarakan."

"Terima kasih pak Agung. Sangat bermanfaat bagi kami."

"Bagus, menarik."




"Positif sekali karena menambah pengetahuan. Membawa materi cukup jelas."

"Materi sangat baik namun kurang contoh dengan penampilan film."

"Materi yang disampaikan cukup bagus walaupun belum begitu paham karena mungkin bahasa yang dipakai Bahasa Inggris sehingga untuk memahaminya diperlukan waktu yang lebih lama."

"Penyampaian materi sudah baik dan detail. Cuma kalau bisa lebih banyak game tentang komunikasi dan aktifitas yang dilakukan peserta."

"Bagus sekali. Contoh non-verbal dari anak kecil sering dipakai."

"Penyampaian materi sangat mudah dimengerti."

"Kurangnya pemberian motivasi. “Joke” yang terkait dengan materi kurang. Cara berkomunikasi bagus. Audiense positif."

"Terima kasih pak. Saya dapat materi / ilmu baru terutama tentang masalah gesture non-verbal."

"Materi mantap dan lengkap. Kurang melibatkan audience. Kurang adanya peraga-peraga yang mungkin bisa dibuat grouping."

"Penyamaian bagus, tidak membosankan. Materi jelas dan menambah wawasan. Untuk kedepannya, tolong tambahkan role play (praktek) cara komunikasi yang baik. Ditambah dengan diskusi berbagai permasalahan + cara penyelesaian."

"Terima kasih atas tambahan ilmunya. Semoga bermanfaat. Mungkin peserta lebih baik mendapat porsi yang lebih untuk berinteraksi."

"Pemaparan bagus. Membuat semangat baru. Ada yang bisa nyantel di otak/ingatan saya yang sudah 53 tahun karena penyampaian Anda."

"Penguasaan materi yang sangat baik. Saya cukup puas karena menambah ilmu dan pengetahuan saya. Tetap jadi warga negara yang baik dan WP yang baik yaa. Jalin terus hubungan yang baik dengan DJP."


Saya mengucapkan terimakasih atas komentar-komentar yang masuk. Komentar tersebut disajikan apa adanya, tanpa sensor, tanpa pilih-pilih.  Semoga kita semua bisa mengembangkan diri kita semakin baik dan semakin baik lagi.




Friday, April 5, 2013

Cara meng-uninstall MacKeeper


Saya men-download aplikasi MacKeeper dengan tidak sengaja yaitu saat akan mendownload ebook, saat saya klik download malah yang terunduh adalah aplikasi MacKeeper. Menurut propaganda yang ada sesaat sesudah terunduh, MacKeeper adalah sebuah program aplikasi yang akan memprotek Mac kita dari program-program liar yang tidak baik untuk Mac kita.  Jadi ini semacam "bodyguard" yang akan melindungi kita apabila ada bahaya yang mengancam.  Rasa ingin tahu saya membuat saya melakukan instalasi atas program tersebut.

Setelah saya menginstall, muncul lagi rasa ingin tahu saya tentang keampuhan MacKeeper ini.  Sayapun mencoba googling.  Ada yang pro dan ada yang kontra pada aplikasi ini. Namun nampaknya lebih banyak yang menyarankan untuk tidak menginstal program ini.  Salah satu efeknya adalah menjadikan Mac kita lemot.  Hal ini dikarenakan MacKeeper melakukan inspeksi atas segala proses yang berkaitan dengan Mac kita.

Akhirnya saya putuskan untuk melakukan "uninstall" pada MacKeeper.  cara melakukan uninstal cukup rumit menurut beberapa sumber. Saya coba ikuti namun banyak yang tidak berhasil.  Kemudian saya mencoba ke menu "Aplication", dan kemudian saya coba "Move to Trash" pada file yang berkaitan dengan MacKeeper.  Ternyata ini malah berhasil.  Setelah file MacKeeper kita "move to trash", komputer akan bertanya alasan mengapa melakukan uninstall.  Kata-kata "alasan melakukan uninstall" ini meyakinkan saya bahwa saya sedang melakukan proses "uninstall". Atas pertanyaan alasan melakukan uninstall tadi, pilih saja salah satu jawaban yang ada. Kemudian OK. MacKeeper lenyap dari komputer kita.

Mengapa kok ada petunjuk yang begitu rumit untuk melakukan uninstall MacKeeper ini? Kemungkinan pada MacKeeper versi lama (Tahun 2012) cara melakukan uninstallnya cukup rumit. Tetapi untuk MacKeeper yang baru (2013), cara meng-uninstallnya cukup sederhana.  Saya belum yakin atas statement saya ini.  Hanya saja cara-cara rumit (seperti yang ditulis oleh Philastokes misalnya) ang saya baca adalah untuk MacKeeper 2012.

Singkatnya, untuk meng-uninstall MacKeeper dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Dalam finder pilih menu application.
2. Pilih file yang berkaitan dengan MacKeeper.
3. Move to Trash.
4. Pilih alasan mengapa melakukan uninstall.
5. OK

Semoga bermanfaat.

Mr.AP

Monday, April 1, 2013

Beberapa Perintah di Apple MacBook Air

Saya sering lupa beberapa command yang bisa digunakan di Apple. Untuk itu saya mencoba menempatkan catatan saya disini secara bertahap.  Saat saya lupa saya bisa buka blog ini dan sekaligus bagi siapa saja yang membutuhkan juga bisa membuka blog ini.

Untuk "Force Quite": Command - Option - Esc
Untuk "Print Screen": Shift - Command - 3

Sekian dulu ya....lain kali saya tambah.
Thanks.

Mr.AP

Thursday, January 3, 2013

Sibuk Berpikir Besar

Apa yang mengganggu pikiran kita pada hari ini? Biasanya adalah hal-hal kecil. Tukang parkir yang bekerja seenaknya, pembantu yang bekerja lamban, anak buah yang tidak bersahabat, atasan yang tidak ramah dalam memberikan perintah, dan banyak hal-hal kecil lain yang kita pikir terus menerus sehingga menggunakan "memory pikiran" yang besar. Ibarat sebuah komputer, kapasitas memori komputer kita dipenuhi oleh file-file yang tidak berguna, yang semakin lama menghabiskan kapasitas memori, sehingga file-file penting tidak lagi bisa kita simpan.  Ini sering terjadi pada hampir semua orang.  Menyimpan file perusak didalam memorynya.  Ciri-ciri file perusak adalah berkembang biak seperti virus, jadi kalau masih kita biarkan tersimpan di dalam pikiran kita semakin lama semakin berkembang dan pikiran kita akan dipenuhi dengan hal-hal kecil yang tidak berguna.

Namun diantara orang-orang yang ada di dunia ini, terdapat tidak banyak orang yang lebih sibuk berpikir besar dari pada berpikir kecil. Orang yang jumlahnya relatif sedikit inilah yang biasanya menjadi orang sukses.  Orang sukses disibukkan dengan berpikir besar, sedangkan orang gagal atau orang yang biasa-biasa saja disibukkan dengan berpikir kerdil.  Berpikir besar adalah berpikir sukses, berpikir berguna, berpikir mendapatkan apa yang kita mau, berpikir tentang sistem yang lebih baik, berpikir tentang masa depan yang gemilang, berpikir tentang mangatasi tantangan dan rintangan. Sedangkan berpikir kerdil adalah berpikir tentang tidak bisa, tidak mungkin, ini sulit, dia jelek, mereka ngawur, dan berpikir tentang hal-hal kecil yang tidak berguna.  Seperti halnya berpikir kecil atau berpikir kerdil yang akan memakan memori pikiran kita, berpikir besar juga demikian.  Saat kita berpikir besar juga akan tersimpan file-file pikiran besar di dalam memori kita. File pikiran besar ini juga seperti virus, terus beranak pinak sehingga memerlukan memori dalam jumlah besar.  Bedanya dengan file pikiran kerdil adalah apabila pikiran kerdil dapat mengecilkan kapasitas pikiran kita, pikiran besar justru memperbesar kapasitas pikiran kita.  Semakin sering kita berpikiran besar semakin besar pula kemungkinan meningkatnya kapasitas pikiran kita.

Berpikir besar menghasilkan optimisme, sedangkan berpikir kerdil menghasilkan kegelisahan.  Orang yang berpikir kerdil akan terganggu dengan hal-hal kecil yang sesungguhnya tidak akan berakibat apa-apa apabila diabaikan. Orang berpikiran besar sibuk dengan misi besarnya, sehingga meskipun ada hal-hal kecil yang berpotensi untuk mengganggu, mereka lebih disibukkan dengan pikiran besar mereka, sehingga tidak ada waktu untuk berpikir kerdil. Pikiran besar menghasilkan kegairahan. Orang yang berpikir besar akan terangsang untuk berpikir lebih besar lagi.  Mereka memang pemimpi, tetapi mereka juga seorang "pengusaha" dalam arti seorang yang terus berusaha mewujudkan impiannya menjadi kenyataan.

Saat Anda terganggu dengan pikiran-pikiran kerdil, sampaikan saja pada diri sendiri bahwa "Maaf, saya sedang sibuk berpikir besar".
Sukses untuk kita semua.

Mr. AP.





Resolusi di Tahun Baru

Tahun baru datang lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak orang di dunia ini yang mengidentikkan tahun baru dengan resolusi baru. Ada ketetapan hati pada banyak orang, janji, komitmen, keinginan, dan harapan yang dinyatakan pada tahun baru. Menjadikan tahun baru sebagai hari membuat resolusi sudah ada sejak jaman Babilonia sekitar 4000 tahun yang lalu, dan tetap menjadi budaya global saat ini.

Membuat statement tentang apa yang diharapkan bisa didapatkan pada suatu tahun tertentu bagaimanapun juga merupakan hal yang positif. Ini merupakan target yang dinyatakan. Target yang dinyatakan dengan jelas akan memberikan dampak keberhasilan yang lebih tinggi pula. Semakin jelas apa yang kita mau, semakin jelas juga cara mencapainya, dan semakin jelas pula kita bisa tahu apakah apa yang kita inginkan tersebut sudah tercapai atau belum.

Sayangnya banyak juga resolusi yang ditetapkan pada tahun baru tertentu, yang tidak disertai dengan action, sehingga resolusi tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Akhirnya, resolusi tersebut diulang lagi untuk menjadi resolusi tahun baru berikutnya. Dan ini tidak cukup satu tahun dua tahun, bisa saja terus berulang pada tahun-tahun berikutnya.  Banyak orang yang menetapkan untuk "berhenti merokok"mulai pada tahun baru tertentu. Satu minggu pertama berhasil, satu minggu berikutnya tetap berhasil tidak merokok walaupun sudah mulai tergoda, minggu ketiga mulai gelisah untuk merokok lagi, dan minggu ke empat bobollah pertahanan diri. Akhirnya? Merokok lagi. Ini berulang-ulang terjadi tiap tahunnya. Kalau demikian apakah resolusi tahun baru menjadi percuma? Tidak!

Meskipun tidak ada jaminan berhasil dari resolusi tahun baru, tapi menetapkan suatu resolusi sudah merupakan hal positif yang perlu dihargai.  Minimal hal tersebut sudah menunjukkan ada keinginan untuk menjadi lebih baik di tahun berikutnya. Namun perlu diingat, resolusi yang tidak juga tercapai apabila berjalan bertahun-tahun bisa membuat seseorang jera, atau bahkan frustasi dengan resolusinya sendiri. Untuk itulah kita perlu ber-resolusi secara cerdas. Bagaimana resolusi yang cerdas?

Pertama, buatlah resolusi yang menantang tetapi yang kita yakini bisa tercapai. Dalam bahasa textbook sering disebut dengan "challenging but achievable".  Resolusi untuk menjadi milyarder pada tahun depan sangat menantang, tetapi apabila posisi kita saat ini hanya berpenghasilan dibawah satu juta rupiah per bulan tentunya akan sulit untuk tercapai.  Ini "challenging but not achievable".  Resolusi untuk mandi dua kali sehari akan sangat mungkin tercapai karena ini sudah merupakan kebiasaan kita, tetapi kalau ini sudah menjadi kebiasaan kita lalu apa tantangannya? Ini adalah contoh yang "Achievable but not challenging".  Penghasilan kita sekarang Rp. 2 juta perbulan dan kita berjanji akan menabung setiap bulannya Rp. 500.000,-- .  Nah ini cukup menantang karena kita harus disiplin menyisihkan 25% dari pendapatan kita untuk ditabung, dan ini tingkat kemungkinan berhasilnya juga masih ada karena kita masih bisa hidup dengan 75% dari penghasilan kita misalnya.

Kedua, kaitkan resolusi dengan keyakinan agama. Resolusi adalah janji dan agama apapun selalu menganjurkan kalau janji harus ditepati.  Tidak menepati janji adalah dosa. Nah, kalau sudah bicara tentang dosa, kita akan menjadi berhati-hati.  Jangan sampai kita membuat janji palsu atau janji kosong. Kalau demikian apakah lebih baik kita tidak berjanji? Oh...nanti dulu. Resolusi adalah janji kita untuk menjadi lebih baik, sedangkan berusaha untuk menjadi lebih baik juga merupakan ibadah. Jadi, tetaplah jangan ragu untuk membuat resolusi, selama resolusi kita adalah resolusi positif. Mari kita jadikan ini sebagai bagian dari ibadah kita.

Ketiga, satukan keyakinan dan tindakan. Resolusi yang kita buat akan menjadi percuma apabila kita tidak yakin bahwa kita bisa mencapainya.  Itu hanya mimpi namanya. Namun apabila kita sangat yakin bahwa kita akan bisa mencapai apa harapan kita, namun kemudian tidak didukung dengan tindakan nyata, bisakah? Tentunya tidak.  Resolusi menabung 25% dari pendapatan hanya mungkin tercapai apabila kita benar-benar bertindak, yaitu memasukkan 25% dari pendapatan kita untuk ditabung, dan kita harus disiplin dengan tindakan kita. Jadi, keyakinan dan tindakan (belief and action) harus menjadi satu kesatuan.

Apa resolusi Anda ditahun baru ini? Semoga tercapai! Yakinlah tercapai!

Mr. AP