Friday, April 5, 2013
Cara meng-uninstall MacKeeper
Saya men-download aplikasi MacKeeper dengan tidak sengaja yaitu saat akan mendownload ebook, saat saya klik download malah yang terunduh adalah aplikasi MacKeeper. Menurut propaganda yang ada sesaat sesudah terunduh, MacKeeper adalah sebuah program aplikasi yang akan memprotek Mac kita dari program-program liar yang tidak baik untuk Mac kita. Jadi ini semacam "bodyguard" yang akan melindungi kita apabila ada bahaya yang mengancam. Rasa ingin tahu saya membuat saya melakukan instalasi atas program tersebut.
Setelah saya menginstall, muncul lagi rasa ingin tahu saya tentang keampuhan MacKeeper ini. Sayapun mencoba googling. Ada yang pro dan ada yang kontra pada aplikasi ini. Namun nampaknya lebih banyak yang menyarankan untuk tidak menginstal program ini. Salah satu efeknya adalah menjadikan Mac kita lemot. Hal ini dikarenakan MacKeeper melakukan inspeksi atas segala proses yang berkaitan dengan Mac kita.
Akhirnya saya putuskan untuk melakukan "uninstall" pada MacKeeper. cara melakukan uninstal cukup rumit menurut beberapa sumber. Saya coba ikuti namun banyak yang tidak berhasil. Kemudian saya mencoba ke menu "Aplication", dan kemudian saya coba "Move to Trash" pada file yang berkaitan dengan MacKeeper. Ternyata ini malah berhasil. Setelah file MacKeeper kita "move to trash", komputer akan bertanya alasan mengapa melakukan uninstall. Kata-kata "alasan melakukan uninstall" ini meyakinkan saya bahwa saya sedang melakukan proses "uninstall". Atas pertanyaan alasan melakukan uninstall tadi, pilih saja salah satu jawaban yang ada. Kemudian OK. MacKeeper lenyap dari komputer kita.
Mengapa kok ada petunjuk yang begitu rumit untuk melakukan uninstall MacKeeper ini? Kemungkinan pada MacKeeper versi lama (Tahun 2012) cara melakukan uninstallnya cukup rumit. Tetapi untuk MacKeeper yang baru (2013), cara meng-uninstallnya cukup sederhana. Saya belum yakin atas statement saya ini. Hanya saja cara-cara rumit (seperti yang ditulis oleh Philastokes misalnya) ang saya baca adalah untuk MacKeeper 2012.
Singkatnya, untuk meng-uninstall MacKeeper dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Dalam finder pilih menu application.
2. Pilih file yang berkaitan dengan MacKeeper.
3. Move to Trash.
4. Pilih alasan mengapa melakukan uninstall.
5. OK
Semoga bermanfaat.
Mr.AP
Monday, April 1, 2013
Beberapa Perintah di Apple MacBook Air
Saya sering lupa beberapa command yang bisa digunakan di Apple. Untuk itu saya mencoba menempatkan catatan saya disini secara bertahap. Saat saya lupa saya bisa buka blog ini dan sekaligus bagi siapa saja yang membutuhkan juga bisa membuka blog ini.
Untuk "Force Quite": Command - Option - Esc
Untuk "Print Screen": Shift - Command - 3
Sekian dulu ya....lain kali saya tambah.
Thanks.
Mr.AP
Untuk "Force Quite": Command - Option - Esc
Untuk "Print Screen": Shift - Command - 3
Sekian dulu ya....lain kali saya tambah.
Thanks.
Mr.AP
Thursday, January 3, 2013
Sibuk Berpikir Besar
Apa yang mengganggu pikiran kita pada hari ini? Biasanya adalah hal-hal kecil. Tukang parkir yang bekerja seenaknya, pembantu yang bekerja lamban, anak buah yang tidak bersahabat, atasan yang tidak ramah dalam memberikan perintah, dan banyak hal-hal kecil lain yang kita pikir terus menerus sehingga menggunakan "memory pikiran" yang besar. Ibarat sebuah komputer, kapasitas memori komputer kita dipenuhi oleh file-file yang tidak berguna, yang semakin lama menghabiskan kapasitas memori, sehingga file-file penting tidak lagi bisa kita simpan. Ini sering terjadi pada hampir semua orang. Menyimpan file perusak didalam memorynya. Ciri-ciri file perusak adalah berkembang biak seperti virus, jadi kalau masih kita biarkan tersimpan di dalam pikiran kita semakin lama semakin berkembang dan pikiran kita akan dipenuhi dengan hal-hal kecil yang tidak berguna.
Namun diantara orang-orang yang ada di dunia ini, terdapat tidak banyak orang yang lebih sibuk berpikir besar dari pada berpikir kecil. Orang yang jumlahnya relatif sedikit inilah yang biasanya menjadi orang sukses. Orang sukses disibukkan dengan berpikir besar, sedangkan orang gagal atau orang yang biasa-biasa saja disibukkan dengan berpikir kerdil. Berpikir besar adalah berpikir sukses, berpikir berguna, berpikir mendapatkan apa yang kita mau, berpikir tentang sistem yang lebih baik, berpikir tentang masa depan yang gemilang, berpikir tentang mangatasi tantangan dan rintangan. Sedangkan berpikir kerdil adalah berpikir tentang tidak bisa, tidak mungkin, ini sulit, dia jelek, mereka ngawur, dan berpikir tentang hal-hal kecil yang tidak berguna. Seperti halnya berpikir kecil atau berpikir kerdil yang akan memakan memori pikiran kita, berpikir besar juga demikian. Saat kita berpikir besar juga akan tersimpan file-file pikiran besar di dalam memori kita. File pikiran besar ini juga seperti virus, terus beranak pinak sehingga memerlukan memori dalam jumlah besar. Bedanya dengan file pikiran kerdil adalah apabila pikiran kerdil dapat mengecilkan kapasitas pikiran kita, pikiran besar justru memperbesar kapasitas pikiran kita. Semakin sering kita berpikiran besar semakin besar pula kemungkinan meningkatnya kapasitas pikiran kita.
Berpikir besar menghasilkan optimisme, sedangkan berpikir kerdil menghasilkan kegelisahan. Orang yang berpikir kerdil akan terganggu dengan hal-hal kecil yang sesungguhnya tidak akan berakibat apa-apa apabila diabaikan. Orang berpikiran besar sibuk dengan misi besarnya, sehingga meskipun ada hal-hal kecil yang berpotensi untuk mengganggu, mereka lebih disibukkan dengan pikiran besar mereka, sehingga tidak ada waktu untuk berpikir kerdil. Pikiran besar menghasilkan kegairahan. Orang yang berpikir besar akan terangsang untuk berpikir lebih besar lagi. Mereka memang pemimpi, tetapi mereka juga seorang "pengusaha" dalam arti seorang yang terus berusaha mewujudkan impiannya menjadi kenyataan.
Saat Anda terganggu dengan pikiran-pikiran kerdil, sampaikan saja pada diri sendiri bahwa "Maaf, saya sedang sibuk berpikir besar".
Sukses untuk kita semua.
Mr. AP.
Namun diantara orang-orang yang ada di dunia ini, terdapat tidak banyak orang yang lebih sibuk berpikir besar dari pada berpikir kecil. Orang yang jumlahnya relatif sedikit inilah yang biasanya menjadi orang sukses. Orang sukses disibukkan dengan berpikir besar, sedangkan orang gagal atau orang yang biasa-biasa saja disibukkan dengan berpikir kerdil. Berpikir besar adalah berpikir sukses, berpikir berguna, berpikir mendapatkan apa yang kita mau, berpikir tentang sistem yang lebih baik, berpikir tentang masa depan yang gemilang, berpikir tentang mangatasi tantangan dan rintangan. Sedangkan berpikir kerdil adalah berpikir tentang tidak bisa, tidak mungkin, ini sulit, dia jelek, mereka ngawur, dan berpikir tentang hal-hal kecil yang tidak berguna. Seperti halnya berpikir kecil atau berpikir kerdil yang akan memakan memori pikiran kita, berpikir besar juga demikian. Saat kita berpikir besar juga akan tersimpan file-file pikiran besar di dalam memori kita. File pikiran besar ini juga seperti virus, terus beranak pinak sehingga memerlukan memori dalam jumlah besar. Bedanya dengan file pikiran kerdil adalah apabila pikiran kerdil dapat mengecilkan kapasitas pikiran kita, pikiran besar justru memperbesar kapasitas pikiran kita. Semakin sering kita berpikiran besar semakin besar pula kemungkinan meningkatnya kapasitas pikiran kita.
Berpikir besar menghasilkan optimisme, sedangkan berpikir kerdil menghasilkan kegelisahan. Orang yang berpikir kerdil akan terganggu dengan hal-hal kecil yang sesungguhnya tidak akan berakibat apa-apa apabila diabaikan. Orang berpikiran besar sibuk dengan misi besarnya, sehingga meskipun ada hal-hal kecil yang berpotensi untuk mengganggu, mereka lebih disibukkan dengan pikiran besar mereka, sehingga tidak ada waktu untuk berpikir kerdil. Pikiran besar menghasilkan kegairahan. Orang yang berpikir besar akan terangsang untuk berpikir lebih besar lagi. Mereka memang pemimpi, tetapi mereka juga seorang "pengusaha" dalam arti seorang yang terus berusaha mewujudkan impiannya menjadi kenyataan.
Saat Anda terganggu dengan pikiran-pikiran kerdil, sampaikan saja pada diri sendiri bahwa "Maaf, saya sedang sibuk berpikir besar".
Sukses untuk kita semua.
Mr. AP.
Resolusi di Tahun Baru
Tahun baru datang lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak orang di dunia ini yang mengidentikkan tahun baru dengan resolusi baru. Ada ketetapan hati pada banyak orang, janji, komitmen, keinginan, dan harapan yang dinyatakan pada tahun baru. Menjadikan tahun baru sebagai hari membuat resolusi sudah ada sejak jaman Babilonia sekitar 4000 tahun yang lalu, dan tetap menjadi budaya global saat ini.
Membuat statement tentang apa yang diharapkan bisa didapatkan pada suatu tahun tertentu bagaimanapun juga merupakan hal yang positif. Ini merupakan target yang dinyatakan. Target yang dinyatakan dengan jelas akan memberikan dampak keberhasilan yang lebih tinggi pula. Semakin jelas apa yang kita mau, semakin jelas juga cara mencapainya, dan semakin jelas pula kita bisa tahu apakah apa yang kita inginkan tersebut sudah tercapai atau belum.
Sayangnya banyak juga resolusi yang ditetapkan pada tahun baru tertentu, yang tidak disertai dengan action, sehingga resolusi tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Akhirnya, resolusi tersebut diulang lagi untuk menjadi resolusi tahun baru berikutnya. Dan ini tidak cukup satu tahun dua tahun, bisa saja terus berulang pada tahun-tahun berikutnya. Banyak orang yang menetapkan untuk "berhenti merokok"mulai pada tahun baru tertentu. Satu minggu pertama berhasil, satu minggu berikutnya tetap berhasil tidak merokok walaupun sudah mulai tergoda, minggu ketiga mulai gelisah untuk merokok lagi, dan minggu ke empat bobollah pertahanan diri. Akhirnya? Merokok lagi. Ini berulang-ulang terjadi tiap tahunnya. Kalau demikian apakah resolusi tahun baru menjadi percuma? Tidak!
Meskipun tidak ada jaminan berhasil dari resolusi tahun baru, tapi menetapkan suatu resolusi sudah merupakan hal positif yang perlu dihargai. Minimal hal tersebut sudah menunjukkan ada keinginan untuk menjadi lebih baik di tahun berikutnya. Namun perlu diingat, resolusi yang tidak juga tercapai apabila berjalan bertahun-tahun bisa membuat seseorang jera, atau bahkan frustasi dengan resolusinya sendiri. Untuk itulah kita perlu ber-resolusi secara cerdas. Bagaimana resolusi yang cerdas?
Pertama, buatlah resolusi yang menantang tetapi yang kita yakini bisa tercapai. Dalam bahasa textbook sering disebut dengan "challenging but achievable". Resolusi untuk menjadi milyarder pada tahun depan sangat menantang, tetapi apabila posisi kita saat ini hanya berpenghasilan dibawah satu juta rupiah per bulan tentunya akan sulit untuk tercapai. Ini "challenging but not achievable". Resolusi untuk mandi dua kali sehari akan sangat mungkin tercapai karena ini sudah merupakan kebiasaan kita, tetapi kalau ini sudah menjadi kebiasaan kita lalu apa tantangannya? Ini adalah contoh yang "Achievable but not challenging". Penghasilan kita sekarang Rp. 2 juta perbulan dan kita berjanji akan menabung setiap bulannya Rp. 500.000,-- . Nah ini cukup menantang karena kita harus disiplin menyisihkan 25% dari pendapatan kita untuk ditabung, dan ini tingkat kemungkinan berhasilnya juga masih ada karena kita masih bisa hidup dengan 75% dari penghasilan kita misalnya.
Kedua, kaitkan resolusi dengan keyakinan agama. Resolusi adalah janji dan agama apapun selalu menganjurkan kalau janji harus ditepati. Tidak menepati janji adalah dosa. Nah, kalau sudah bicara tentang dosa, kita akan menjadi berhati-hati. Jangan sampai kita membuat janji palsu atau janji kosong. Kalau demikian apakah lebih baik kita tidak berjanji? Oh...nanti dulu. Resolusi adalah janji kita untuk menjadi lebih baik, sedangkan berusaha untuk menjadi lebih baik juga merupakan ibadah. Jadi, tetaplah jangan ragu untuk membuat resolusi, selama resolusi kita adalah resolusi positif. Mari kita jadikan ini sebagai bagian dari ibadah kita.
Ketiga, satukan keyakinan dan tindakan. Resolusi yang kita buat akan menjadi percuma apabila kita tidak yakin bahwa kita bisa mencapainya. Itu hanya mimpi namanya. Namun apabila kita sangat yakin bahwa kita akan bisa mencapai apa harapan kita, namun kemudian tidak didukung dengan tindakan nyata, bisakah? Tentunya tidak. Resolusi menabung 25% dari pendapatan hanya mungkin tercapai apabila kita benar-benar bertindak, yaitu memasukkan 25% dari pendapatan kita untuk ditabung, dan kita harus disiplin dengan tindakan kita. Jadi, keyakinan dan tindakan (belief and action) harus menjadi satu kesatuan.
Apa resolusi Anda ditahun baru ini? Semoga tercapai! Yakinlah tercapai!
Mr. AP
Membuat statement tentang apa yang diharapkan bisa didapatkan pada suatu tahun tertentu bagaimanapun juga merupakan hal yang positif. Ini merupakan target yang dinyatakan. Target yang dinyatakan dengan jelas akan memberikan dampak keberhasilan yang lebih tinggi pula. Semakin jelas apa yang kita mau, semakin jelas juga cara mencapainya, dan semakin jelas pula kita bisa tahu apakah apa yang kita inginkan tersebut sudah tercapai atau belum.
Sayangnya banyak juga resolusi yang ditetapkan pada tahun baru tertentu, yang tidak disertai dengan action, sehingga resolusi tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Akhirnya, resolusi tersebut diulang lagi untuk menjadi resolusi tahun baru berikutnya. Dan ini tidak cukup satu tahun dua tahun, bisa saja terus berulang pada tahun-tahun berikutnya. Banyak orang yang menetapkan untuk "berhenti merokok"mulai pada tahun baru tertentu. Satu minggu pertama berhasil, satu minggu berikutnya tetap berhasil tidak merokok walaupun sudah mulai tergoda, minggu ketiga mulai gelisah untuk merokok lagi, dan minggu ke empat bobollah pertahanan diri. Akhirnya? Merokok lagi. Ini berulang-ulang terjadi tiap tahunnya. Kalau demikian apakah resolusi tahun baru menjadi percuma? Tidak!
Meskipun tidak ada jaminan berhasil dari resolusi tahun baru, tapi menetapkan suatu resolusi sudah merupakan hal positif yang perlu dihargai. Minimal hal tersebut sudah menunjukkan ada keinginan untuk menjadi lebih baik di tahun berikutnya. Namun perlu diingat, resolusi yang tidak juga tercapai apabila berjalan bertahun-tahun bisa membuat seseorang jera, atau bahkan frustasi dengan resolusinya sendiri. Untuk itulah kita perlu ber-resolusi secara cerdas. Bagaimana resolusi yang cerdas?
Pertama, buatlah resolusi yang menantang tetapi yang kita yakini bisa tercapai. Dalam bahasa textbook sering disebut dengan "challenging but achievable". Resolusi untuk menjadi milyarder pada tahun depan sangat menantang, tetapi apabila posisi kita saat ini hanya berpenghasilan dibawah satu juta rupiah per bulan tentunya akan sulit untuk tercapai. Ini "challenging but not achievable". Resolusi untuk mandi dua kali sehari akan sangat mungkin tercapai karena ini sudah merupakan kebiasaan kita, tetapi kalau ini sudah menjadi kebiasaan kita lalu apa tantangannya? Ini adalah contoh yang "Achievable but not challenging". Penghasilan kita sekarang Rp. 2 juta perbulan dan kita berjanji akan menabung setiap bulannya Rp. 500.000,-- . Nah ini cukup menantang karena kita harus disiplin menyisihkan 25% dari pendapatan kita untuk ditabung, dan ini tingkat kemungkinan berhasilnya juga masih ada karena kita masih bisa hidup dengan 75% dari penghasilan kita misalnya.
Kedua, kaitkan resolusi dengan keyakinan agama. Resolusi adalah janji dan agama apapun selalu menganjurkan kalau janji harus ditepati. Tidak menepati janji adalah dosa. Nah, kalau sudah bicara tentang dosa, kita akan menjadi berhati-hati. Jangan sampai kita membuat janji palsu atau janji kosong. Kalau demikian apakah lebih baik kita tidak berjanji? Oh...nanti dulu. Resolusi adalah janji kita untuk menjadi lebih baik, sedangkan berusaha untuk menjadi lebih baik juga merupakan ibadah. Jadi, tetaplah jangan ragu untuk membuat resolusi, selama resolusi kita adalah resolusi positif. Mari kita jadikan ini sebagai bagian dari ibadah kita.
Ketiga, satukan keyakinan dan tindakan. Resolusi yang kita buat akan menjadi percuma apabila kita tidak yakin bahwa kita bisa mencapainya. Itu hanya mimpi namanya. Namun apabila kita sangat yakin bahwa kita akan bisa mencapai apa harapan kita, namun kemudian tidak didukung dengan tindakan nyata, bisakah? Tentunya tidak. Resolusi menabung 25% dari pendapatan hanya mungkin tercapai apabila kita benar-benar bertindak, yaitu memasukkan 25% dari pendapatan kita untuk ditabung, dan kita harus disiplin dengan tindakan kita. Jadi, keyakinan dan tindakan (belief and action) harus menjadi satu kesatuan.
Apa resolusi Anda ditahun baru ini? Semoga tercapai! Yakinlah tercapai!
Mr. AP
Saturday, December 15, 2012
KESAN PESAN PESERTA TRAINING 14 DESEMBER 2012
Materi Training: Nilai-nilai Kemenkeu, Sampai Dimana?
KESAN PESAN
PESERTA:
Sangat puas setelah mendengarkan uraian/paparan yang telah Bp.Agung Pratapa sampaikan.
Agar waktunya diperpanjang lagi untuk sesi Tanya jawab.
Kesan: Materi yang disampaikan sudah bagus. Visi dan misi materi dapat diterima/dipahami. Cara penyampaian materi pun sudah bagus. Intinya sudah top markotop. Pesan: Untuk menghindari bosan bagi pendengar, alangkah baiknya peserta diajak melakukan aktivitas yang bisa menghilangkan rasa ngantuk.
Kesan: Materi yang disampaikan bagus dan sangat menyenangkan cara penyampaiannya. Pesan: untuk contoh dalam video untuk diperbanyak agar lebih mengena.
Kalau Bapak seorang muslim mungkin dapat ditambah kaidah2 agama dalam motivasi Bapak. Trims.
Sangat atraktif. Tuhan memberkati Anda sekeluarga. Jangan lupa ebook-nya ya pak.
Disela acara yang lumayan panjang, alangkah baik mungkin kalau diselingi dengan “olah fisik” yang menyegarkan melibatkan semua peserta.
Kesan: Memberi ide kepada saya bahwa belief sangat berarti untuk arah kita berjalan karena kelak saya percaya kelak setelah pension tidak disebut “pensiunan” tanpa doing anything. Pesan: ok banget. Jika ingin sharing kemana?
Training ini bagus, saya jadi sadar bahwa masih ada sisi positif dari diri saya. Tapi saya masih belum terlalu percaya pentingnya motivasi oleh motivator. Kurang lebihnya terimakasih pak.
Saya sangat puas dengan motivasi-motivasi yang disampaikan sehingga pengalaman saya yang pernah gagal, saya bisa kembali bersemangat. Terimakasih banyak.
Cara menyampaikan materi menarik, tidak membosankan dan tidak mengantuk. Terimakasih. Materi Anda menyenangkan, menarik, terimakasih. Tapi saya merasa sedikit mengantuk mengikutinya. Sebaiknya ada ice breaking saat penyampaian.
Terimakasih atas motivasinya. Semoga bisa bertemu lagi sama pak agung. Humornya dibanyakin. Game-game biar tidak bosan. Kesan: wow…segar membahara badai halilintar.
Sangat bermanfaat untuk motivasi.
Sangat bermanfaat karena bisa menyegarkan kembali semangat atau motivasi yang sudah menurun. Ada kalanya motivasi seseorang sedang turun. Karena itu dibutuhkan training seperti ini untuk mengembalikan motivasi tersebut.
Masukan: agar disisipkan juga nilai-nilai spiritual dalam motivasi peserta. Ex: mau dibawa kemana arah tujuan kita. Dalam menyampaikan motivasi sudah baik. Sangat bermanfaat dan berbeda dengan metode-metode pemotivasian yang lain.
Training ini sangat bagus untuk menambah motivasi kerja saya dan refreshing dari kegiatan rutin.
Mohon ditambah guyonan sehingga peserta tidak bosan dengan materi.
Saya sangat terkesan dengan materi yang Bapak sampaikan. Ada baiknya jika lebih banyak interaksi dengan games yang lucu-lucu. Salam sukses pak.
Materi yang disampaikan sangat bagus, mengena keadaan sebenarnya yang terjadi di DJP. Kalau ada kesempatan mungkin Bapak mau memberikan/memberitahukan apa saja yang diinginkan wp.
Acara ICV ini sangat bagus dan memotivasi sehingga kita bisa semakin semangat untuk melaksanakan pekerjaan.
Materinya sangat menarik terutama yang berkaitan dengan belief dan passion. Mohon untuk video-video yang berisi motivasi ditambah.
Materi dan penyampaiannya menarik dan tidak membosankan. Saya jadi lebih bersemangat. Maju terus pak!!!
Apa yang telah diutarakan dan disampaikan mudah saya cerna dan pahami. Semoga dapat saya jadikan sebagai acuan untuk masa yang akan datang. Untuk penyampaian mohon agar ditambah dengan game ice breaking yang melibatkan seluruh peserta. Untuk video motivasi agar ditambah lagi koleksinya.
Kurang heboh.
Acara menarik.
Terimakasih atas penyegaran yang telah diberikan. Sangat berguna untuk memupuk kepercayaan diri dalam melakukan tugas sehari-hari.
Untuk training lebih menyenangkan lagi kalau lebih banyak gamesnya.
Training ini cukup bermanfaat, menambah wawasan fikiran untuk menambah rasa percaya dan pasrah pada Tuhan.
Thanks Mr. Agung Praptapa atas motivasi untuk menjadi pegawai yang lebih sukses lagi. Dan thanks juga kiat-kiat untuk jadi entrepreneur sukses.
Thursday, December 13, 2012
Mr. AP & Sujiwo Tejo: Tentang Pemuda Indonesia
Minggu 2 Desember 2012 saya mendampingi budayawan kondang Indonesia "Sujiwo Tejo". SJ mengkritisi bagaimana pemuda Indonesia yang menelan mentah-mentah budaya asing. "Orang Indonesia itu ya cengengesan......, gak perlu gaya teratur seperti bule" katanya. Tradisi cengengesan, mesem walau terganggu, duduk silo sambil wedangan merupakan metabolisme yang Indonesia banget. Nikmati, syukuri!
Thursday, October 11, 2012
Publikasi di Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan Vol 2 No 2 Tahn 2012
ABSTRACT
This research is to examine the effect of management
control system in water supply firm to the firm performance when some control
interventions exist. The case is derived from water supply firm in Banyumas
Regency. In this research the effect of result control, action control,
personnel control, and cultural control to the firm performance is examined and
control intervention is positioned as moderating variable. Data was obtained by
using questionnaire sent to employees, from top management to the lowest level.
This research uses regression
analysis and Moderated Regression Analysis (MRA) to test hypothesis.
The result indicates that result control, personnel
control and cultural control affect performance. Action control has no effect
to performance. Control intervention moderates the relationship between management
control system and performance, however, individually control intervention just
moderate the effect of personnel control and cultural control to performance.
Control intervention does not moderate the effect of result control and action
control to performance.
Keywords: Management Control System, Result Control, Action
Control, Personnel Control, Cultural Control, Intervention, Performance.
Praptapa, Agung dan Hijroh Rokhayati, 2012, "Intervensi Pengendalian dalam Sistem Pengendalian Manajemen dan kaitannya dengan Kinerja Perusahaan", Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan, Vol.2 No. 2, page 275-286.
Subscribe to:
Posts (Atom)

